Selasa, 05 Januari 2010

KAMBING JANTAN YANG INGKAR JANJI

By Risman, S.Pd.
Di jaman Rikala Biyen kehidupan dunia begitu damainya. Masyarakat hidup berdampingan saling tenggang rasa, saling hormat-menghormati antara yang satu dengan yang lainnnya. Kehidupan jauh dari igosip, apalagi termehek-mehek. Sehingga pada saat itu tidak ada permusuhan antara cicak dan buaya. Semua orang tahu akan hak dan kewajibannya masing-masing. Mereka tidak suka mencari-cari kesalahan orang dengan membuat konspirasi untuk menjatuhkan orang lain.


Walaupun waktu itu belum dikenal facebook ataupun twitter, namun pertemanan dan pergaulan pada saat itu sudah begitu luasnya. Sehingga ketika Singa Betina Yoben Putri Raja dari Kerajaan Unggada berulang tahun, berbondong-bondonglah warganya menghadiri pesta tersebut. Baik yang jantan maupun betina saling berlomba menampilkan kegantengan dan kecantikannya. Siapa tahu si jantan bisa menarik perhatian Putri Singa Betina Yoben, begitupun sebaliknya para si betina juga mencoba mencari perhatian para perjaka.
Berita pesta ulang tahun Putri Singa Betina Yoben tersebar luas sampai kepelosok negeri. Karena Raja memang sengaja mengadakan open house khusus untuk menyenangkan putrinya yang sedang merayakan sweet seventeen. Raja memerintahkan hulu balangnya untuk mengekspose berita tersebut secara besar-besaran. Undangan disebar oleh para patih, menteri sampai ndara Bei. Undangan tidak hanya melalui smooth to smooth, tetapi juga melalui selebaran yang di tulis pada daun dadap. Ada juga warga yang berinisiatif untuk menyiarkan pesta tuan putri melalui telepon dari batok kelapa yang di sambung dengan benang dari pelepah pisang kering.
Karena begitu gencarnya berita pesta tersebut, akhirnya terdengar pula oleh seekor kambing jantan yang tinggal di desa Karepe Dewe yang kurang lebih 100.000 cm dari ibu kota Unggada. Berita gembira itu akhirnya disampaikan kepada teman dekatnya yaitu Ayam Jantan. Setelah mereka berdialog face to face akhirnya mereka sepakat untuk menghadiri pesta tersebut. (Catatan : Waktu itu kambing jantan tidak punya sungu atau tanduk, yang punya tanduk adalah ayam jantan).
Mari kita tengok persiapan di rumah kambing jantan …(ciluuuk…. bAAh).
Kambing Jantanpun tengah bersiap-siap untuk bisa berpartisipasi dalam pesta tersebut. Dia mempersiapkan segala sesuatunya sedetil mungkin, mulai dari sepatu Paka Olonya disemir dengan tumbukan arang dan minyak jlantah, Baju dan celana Richi Yo Men nya disetrika sampai mlipit. Rambutnya di poni seperti poninya sela istri Karyo. Tak lupa arloji ABAB di lap sampai mengkilap.
Sekarang kita tengok persiapan di kediaman Ayam Jago.
Tak ketinggalan Ayam Jago pun sedang busy (sibuk) mempersiapkan diri agar bisa tampil perlente di pesta putri Singa Betina Yoben. Sungunya (tanduk) diasah sampai runcing agar kelihatan maco, Gombelnya dilap agar kelihatan merah merona dan mengeluarkan aura kejantanan. Kaca mata yang beli di Pipy Kaloem pun di persiapkan.
Hari Pesta pun tiba …..(Jreng …jreng)
Kambing Jantan yang telah perlente abiezzzz siap berangkat. Sebelumnya dia menyambangi kediaman Ayam Jantan untuk mengajak berangkat bersama agar diperjalan ada yang diajak ngobrol dan tidak planga-plongo.
Sesampainya di rumah Ayam Jantan, sebagai orang timur yang kental akan sopan santun dan unggah ungguh yang mulia, maka Kambing Jantan mengetuk pintu “tok … tok… tok “dan mengucapkan salam, “Kulo Nuwun”, “Kulo Nuwun”… (Namun tak ada balasan dari Ayam Jantan). Kemudian Kambing Jantan mengulangi kembali mengetuk pintu “tok … tok… tok “dan mengucapkan salam, “Kulo Nuwun”, “Kulo Nuwun”… (Namun kali ini pun tak ada balasan dari Ayam Jantan).
Kambing Jantan pun berpikir dan mengungkapkan pertanyaan dalam hatinya, :
“Apakah Ayam Jantan sudah berangkat ?,
Kalau sudah berangkat kenapa dia tidak menunggu saya datang … ?
Perjanjian kemarin kita kan akan berangkat bersama.”
Sempat terlintas pula dalam benak Kambing Jantan, “Apakah Ayam jantan takut bersaing dengan saya, sehingga ia tega meninggalkan aku ?”
Akhirnya dengan penuh keraguan Kambing Jantan mengulangi sekali lagi mengetuk pintunya (kali ini lebih keras) “took …toookk….toookkkk” dan mengucapkan salam, “Kuulon Nuwuuun”, “Kulo Nuwuuuu” (belum habis dia mengucapkan salam) dari dalam rumah terdengar glotek ….gedebuuggh (seperti benda jatuh dari atas). Kambing Jantanpun kaget. Astaghfirullah….Astaghfirullah …(sambil mengusap dada).
Namun setelah ditunggu beberapa saat,…. Ternyata tak ada juga yang muncul dari dalam rumah. Akhirnya dengan sedikit memberanikan diri (walaupun kurang sopan), Kambing Jantanpun membuka pintu, “Klek (suara hendel pintu berbunyi) dan kreek…kreek (derit suara pintu), pintunyapun terbuka …… Dengan mata terbelalak (seakan-akan keluar dari kelopaknya) dia kaget melihat pemandangan yang ada di dalam (Dia melihat Ayam Jantan tergolek lemah dilantai).
Kemudian dia berlari berusaha mendekati Ayam Jantan ….(wuuzz…)
Kambing Jantan : “Hai sobatku ..kenapa Kau ?” (sambil panic)
“Apakah kamu sakit ?”
“Kalau sakit kenapa tidak kasih kabar, kan ada tali pone, atau esemes..san, atau kirim mail (sambil nyrocos kaya mrecon rawit disulut)

Ayam Jantan : (sambil terbata-bata) “Be..gi..ni… Du…us, (panggilan akrab Ayam Jantan kepada Kambing Jantan) ke..ti..ka.. sa..ya se..dang mem..per..siap..kan ..di..ri.. ke ..pes..ta , tiii..ba –tiba (ngomongnya mulai lancar setelah Kambing Jantan memberinya minum) badanku demam, tubuhku panas dingin, bahkan panasnya sampai 400 C. dan di serta bersin-bersin. Hacieemm..haciemm!!

Kambing Jantan : “Sudah berobat belum ?”
“Apa mau di antar ke Docter ?,”
Ayam Jantan : “Trim’s…”
Kambing Jantan : “Cepetan ke docter siapa tahu kamu kena virus H1N1, entar berbahaya loh”
Ayam Jantan : “Dus, jangan nakut-nakuti dong, paling-paling saya cuma kena flu biasa nanti juga sembuh.”
Kambing Jantan : “By the way, kita jadi nggak pergi ke pesta Putri Singa Betina Yoben ?”
Ayam Jantan : “Kayaknya saya nggak jadi berangkat, kamu kan lihat gimana keaadan saya saat ini”
Kambing Jantan : “Kalo gitu saya berangkat nich, tapi jangan nyesel dan sakit hati kalo nanti Putri Singa Betina Yoben memilih saya menjadi pasangan hidupnya yach!” (Dengan PeDe-nya)
Ayam Jantan : “Ya udalah, saya ikhlas lahir bathin kalau memang Allah menghendaki demikian”.
Kambing Jantan : “Yo wis, aku berangkat. Hati-hati di rumah, jangan lupa cepet beli obat flu biar nggak nular !”

Kemudian Kambing Jantan berjalan meninggalkan Ayam Jantan, namun sesampainya di pintu, dia menghentikan jalannya. Dalam hatinya dia berkata “Oh..iya, saya akan kelihatan lebih ganteng, perlente, maco dan berkelas, jika saya memakai sungu (tanduk) milik Ayam Jantan”. “Boleh nggak yach aku pinjam sungunya untuk menarik perhatian tuan Putri ?”
Akhirnya Kambing Jantan memutuskan untuk balik kanan dan meminjam sungu milik Ayam Jantan.
Ayam Jantan : “Kenapa balik lagi ?”
“Apakah kamu nggak tega meninggalkan diriku sendiri ?”
“Ataukah kamu takut bersaing dengan yang lainnya.”
(Kemudian dengan malu-malu kuncing, dia mengungkapkan maksudnya)
Kambing Jantan : “Begini Yam, kamu kan temenku yang paling baik. Tentunya kamu tak ingin melihat temanmu yang ganteng ini kalah bersaing dengan lainnya….”

(sebelum selesai ngomong, kemudian di potong oleh Ayam Jantan)

Ayam Jantan : “Maksud loch apa …?”
Kambing Jantan : “Beeg…gini… kalau kamu tidak melarang dan kamu membolehkan …saya ing…ngin mem…”
Ayam Jantan : “Memm …apa yang jelas dong ?
Kambing Jantan : “Memmin….minjam sung…sungumu ..” (sambil grogi)
Ayam Jantan : “Apa…? Minjem sunguku …? Tak u..uu ..lach yaou,”
“Sungu ini adalah warisan dari mbah buyutku, aku sudah berjanji pada Beliau untuk merawat benda ini sampai kapanpun. Bahkan aku rela mengorbankan jiwa dan ragaku demi sungu ini.”
“Jadi mohon maaf Dus, kali ini aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu itu. Bukannya aku pelit lho”
Kambing Jantan : “Udalah Yam… kali ini aja, saya janji akan segera mengembalikan sungu itu usai pesta nanti. Suer dech !!!” (sambil mengacungnya kedua jarinya)
“Boleh yach…., yach….kali ini aja”
“Kamu ganteng dech Yam”
(sambil merintih dan memelas)
Ayam Jantan : “Sekali nggak, ya tetep nggak” (kaya pekik kemerdekaan “Sekali merdeka tetap Meredeka”)

Singkat cerita, Kambing Jantan terus memohon dan memelas agar Ayam Jantan tergugah hatinya dan sudi meminjamkan sungu yang keramat dan penuh kharisma kepadanya. Karena terus menerus menghiba dan memohon, akhirnya Ayam Jantanpun kasihan dan luluh melihat perjuangan Kambing Jantan yang tidak mengenal putus asa.
Dalam benak Ayam Jantan tersirat : “Kambing Jantan adalah temanku yang baik, selama ini dia tidak pernah berbohong, dia tidak pernah menipu, apalagi ditahan oleh pihak yang berwajib dengan tuduhan melakukan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Dia telah banyak menolong teman yang terkena musibah gempa, tsunami, bahkan dia menjadi orang yang terdepan memperjuangkan hak-hak warga yang rumahnya terkena dampak dari mall pengeboran gas alam, sehingga desa tersebut tertimbun lumpur Lapado.”

Ayam Jantan : “Ok, Dus. Aku pinjamkan sunguku ini, tapi kamu harus janji menjaganya dengan baik dan segera mengembalikan jika pesta tersebut telah usai”.
Kambing Jantan : “Apa…???? Kamu ijinkan aku meminjam sungumu itu ..???” (seakan tak percaya)
“Yam, kamu memang temanku yang paling baik, paling ganteng, paling pinter, …. pokoknya super paling”
Ayam Jantan : “Bisa aja kamu … (kalau ada maunya gitu !)”
“Sudah, sana kamu berangkat, nanti keburu kemalaman dan pintu istana di tutup kamu nggak bisa ikut party”.
Ayam Jantan : “Thank’s. Yam. Until meeting other day “.(dengan keterbatasan bahasa Inggrisnya, dia berlagak)

Setelah mendapat pinjeman Sungu, dengan berbunga-bunga hatinya, Kambing Jantan menstater kendaraannya meninggalkan kediaman Ayam Jantan menuju tempat Pesta Putri Singa Betina Yoben yang diselenggarakan di Taman Mall Duit Kuning (Mall Artha Gading). Sepanjang perjalanan Kambing Jantan membayangkan kecantikan Putri Singa Betina Yoben. Dia menghayal seandainya dia yang terpilih untuk mendampingi hidupnya, maka so pasti hidupnya akan berubah. Setiap hari berpakaian bagus dan mahal, makan-makan yang enak dan bergizi, pergi kemana-mana menggunakan kendaraan mewah dan tentunya anti peluru sehingga tidak khawatir ditembak ditengah jalan (seperti nasibnya Nasi Rudin), dikawal dan dihormati orang, dan yang jelas semua itu adalah khayalannya sejak baru dilahirkan di dunia ini.

Tempat Pesta Taman Mall Duit Kuning.
Sesampainya ditempat pesta, Kambing Jantan mencari tempat parkir kendaraannya dan menitipkan pada tukang parkir yang sudah sibuk sejak sore hari karena banyaknya tamu yang datang. Setelah turun dari kendaraan, Kambing Jantan merapihkan kembali pakaiannya, membetulkan poninya, mengelap sepatunya, membetulkan arlojinya dan tak lupa melihat kembali posisi kedua Sungunya yang terpasang di kepalanya.
“Altogether have been good (semuanya sudah baik), “ batin Kambing Jantan.
Dengan percaya diri yang tinggi, Kambing Jantan berjalan memasuki tempat pesta yang begitu meriahnya. Kambing Jantan disambut oleh pager ayu (penyambut tamu) nan rupawan. Sebelum masuk keruangan, dia menuliskan nama dan alamat serta memberikan kado istimewa untuk tuan putri. Setelah menorehkan tapak asma (tanda tangan) di buku tamu, Kambing Jantan memasuki ruang pesta dengan dada membusung, wajah tegak kedepan dengan berhiaskan sepasang sungu milik Ayam Jantan terlihat tampak gagah walaupun sedikit GALIH (= gagah-gagah nyilih atau ganteng-ganteng tapi minjem) dan maskulin. Kemudia dia dipersilahkan masuk dengan didampingi salah satu pager ayu menuju rungan pesta yang begitu luas, indah, asri, disana-sini dihiasi bunga yang bermandikan warna-warni cahaya lampu. Pager Ayu mempersilahkan Kambing Jantan, menikmati hidangan yang telah disediakan sambil menunggu Putri Singa Betina Yoben keluar.
Di dalam ruang pesta ternyata sudah banyak tamu yang hadir. Sambil menikmati minuman ringan, Kambing Jantan mendekati salah satu tamu undangan yang hadir dan mengajak ngobrol sambil menunggu acara utama dances with Putri Singa Betina Yoben. Kurang lebih pukul 20.30 WNU (Waktu Negeri Unggada) acara utama pun tiba.
Prajurit : “Kepada hadirin semua dipersilahkan berdiri, Raja Unggada segera memasuki ruangan”.
Diiringi oleh langgam yen ing tawang ana lintang, Raja Unggada, Putri Singa Betina Yoben, dan staf kerajaan memasuki ruang pesta. Putri Singa Betina Yoben mengenakan setelan baju berwarna kuning keemasan yang dihiasi renda dan manik-manik, mengenakan tiara dikepalanya, berkalungkan emas dengan liontin berbentuk Love sangat serasi dengan kulitnya yang putih, halus dan wajah yang cantik. Paras cantik Putri Singa Betina Yoben seakan-akan memancar keseluruh sel ruangan dan melesat seperti anak panah yang menghujam kesetiap tamu yang menghadiri pesta tersebut. Semua yang hadir berharap mendapat kesempatan dances together Putri Singa Betina Yoben.
“Para hadirin dan tamu undangan yang terhormat, hari ini hari yang bersejarah, hari yang berbahagia, dan hari yang ditunggu-tunggu oleh semua remaja putri seperti anakku Putri Singa Betina Yoben”, suara Raja Unggada memecah keheningan. “Usia 17 th merupakan masa yang paling indah, masa yang penuh keceriaan, dan kebahagiaan. Untuk itu saya berharap kepada para hadirin sekalian untuk dapat menjaga keamanan, kelancaran dan ketertiban dalam mengikuti pesta anniversary sweet seventeen putri kami,” lanjut Raja Unggada.
Setelah Raja Unggada selesai menyampaikan pidato, acara menari bersama tuan Putri pun dimulai. Live music pun dibuka dengan tampilnya group musik Es Kopi 13 yang membawakan lagu “Babehno Ketaman Asmara “(Biarkan Jatuh Cinta). Semua orang menari dan berusaha mencuri perhatin Putri Singa Betina Yoben. Kemudian lagu kedua yang berjudul “Amarga ku Seneng Kowe” yang dibawakan oleh Bocah Cilik Lugu (BCL) dinyanyikan dengan syahdunya sehingga Putri SBY pun turun dan ikut menyanyikan lagu :
Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau
Ketika sampai Reff , tiba-tiba Tuan Putri menarik tangan Kambing Jantan dan mengajak menyanyi bersama :
Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau
Jika kau tak percaya pada ku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau
Semua yang hadir terpukau melihat Putri Singa Betina Yoben dan Kambing Jantan yang menyanyi dengan indahnya laksana dewa Kamajaya dan dewi Ratih yang sedang memadu kasih di kayangan.
Suara tepuk tangan terdengar riuh rendah mengiringi berakhirnya lagu yang dibawakan oleh Putri Singa Betina Yoben dan Kambing Jantan. Usai menyanyikan lagu, Putri Singa Betina Yoben mengadakan konferensi pers yang kebetulan saat itu banyak dihadiri dan diliput oleh media massa maupun media elektronik.
Dalam konferensi pers tersebut, Putri Singa Betina Yoben mengungkapkan isi hatinya :
“Para hadirin dan pemirsa tele pici diseluruh negeri Unggada, mulai saat ini atau tepatnya detik ini, saya menyatakan siapa calon pendamping hidup saya kelak”
“Apa yang saya nyanyikan dalam lagu tersebut merupakan ungkapan hatiku yang paling dalam dan tulus tanpa adanya tekanan dari siapapun dan cintaku hanya kupersembahkan kepada kakanda yang gagah perkasa nan rupawan yaitu Kambing Jantan”
Disela-sela pesta yang meriah ini, kepada para pembaca yang budiman marilah kita tengok sekejap apa yang terjadi di Kediaman Ayam Jantan di desa Karepe Dewe.
“Hacieem…haciem…(bersin)“, suara Ayam Jantan terdengar fals. Duh Gusti… kang maha dumadi. Apa sich penyebab penyakitku ini ? Tadi saya sudah minum obat 2 tablet Bodrek Sun tapi kok belum sembu-sembuh. Sambil merebahkan tubuhnya di kursi malas, Ayam Jantan memutar Tele Pici. Dicarinya acara yang bagus tapi tidak ada. “Huh…tiap hari tele pici isinya hanya saling menyalahkan, saling menghujat, saling mencari pembenaran diri. Mana yang Benar ?, Siapa yang salah ? Ora Jelas !. Tapi saya yakin suatu saat kebenaran pasti akan muncul karena Kebenaran tidak Memihak”, gumam Ayam Jantan.
Udalah nonton hiburan aja biar nggak suntuk. Nah ini ada acara “I Go Ship” dari tele pici Terans Pitu yang kebetulan lagi live menyiarkan konferensi pers yang dilakukan oleh Putri Singa Betina Yoben dari Taman Mall Duit Kuning.
Ayam Jantan sangat-sangat kaget ketika melihat Kambing Jantan duduk bersanding dengan Putri Singa Betina Yoben yang sedang diwawancarai oleh para paparazi. Mata Ayam Jantan berulang kali digosok-gosok karena tidak percaya apa yang dilihatnya. Kupingnya juga dikorek-korek setelah mendengar berita :
“Para hadirin dan pemirsa tele pici diseluruh negeri Unggada, mulai saat ini atau tepatnya detik ini, saya menyatakan siapa calon pendamping hidup saya kelak”
“Apa yang saya nyanyikan dalam lagu tersebut merupakan ungkapan hatiku yang paling dalam dan tulus tanpa adanya tekanan dari siapapun dan cintaku hanya kupersembahkan kepada kakanda yang gagah perkasa nan rupawan yaitu Kambing Jantan”
Melihat dan mendengar berita yang seakan-akan sulit dipercaya dan diterima akal sehatnya (karena Ayam Jantan memang lagi sakit), dia merasa menyesal :
“Kenapa saya mesti sakit ?
“Kenapa saya mesti meminjamkan sungu kepada Kambing Jantan ?”
“Seharusnya saya yang duduk bersama Putri Singa Betina Yoben, bukan Wedus Gembel ..!”
“Semestinya saya yang menjadi pendamping hidup Putri Singa Betina Yoben, bukan Wedus Gembel ..
….karena yang memiliki sungu itu kan saya…!”

Keesokan harinya, Ayam Jantan mengambil Tali Poninya dan memutar nomor milik Kambing Jantan 081314213174. Dari kejauhan terdengar suara ringtone “Setengah Awakku Lunga” milik Anang. “Kurang ajar ringtone nya nyindir aku”, Ayam Jantan ngedumel dalam hati. Tak lama kemudian tali poni diangkat :
Kambing Jantan : “Sugeng Enjing, sinten njeh kok wayah esuk-esuk ngaten kok sampun tali poni ? Punapa ingkang saged kulo bantu ?”
(Selamat Pagi, siapa sih kok pagi-pagi begini sudah menelepon ? Apa yang bisa saya bantu?)
Ayam Jantan : “Bantu gundulmu peyang..!!”
“Aku Ayam Jantan, aku mau menagih janjimu.
(dengan geramnya dan emosi dia berteriak)
“Ndi Sunguu…kuuuu….kuuu!!” (mana sungu ku yang kamu pinjam) atau bahasa kerennya “ku …ku..ru …yuk…!”

(Mendengar tagihan ayam jantan yang menanyakan Sungu atau tanduk yang dipinjamnya untuk memikat Putri Singa Betina Yoben, maka kambing berpikir, “gimana yach, kalo sungu ini saya kembalikan ke Ayam Jantan pasti Putri Singa Betina Yoben tidak lagi menyukai saya, saya tidak jadi menikah dengan dia, kalau saya tidak jadi menikah dengan tuan putri maka cita-citaku menjadi OKB (orang kaya Baru) tidak akan terwujud”, akhirnya kambing jantan menjawab dengan suara agak ketakutan dan sedikit grogi …

Kambing Jantan : “Mbesuuuk ngembeee…een (minggu depan)
atau bahasa kerennya “Mbee…eee…kkkkk!”

Kemudian tali poni-nya ditutup sepihak tanpa kompromi oleh Kambing Jantan “Praaakk…!”

Ayam Jantan merasa terhina dan tertipu oleh kelakuan Kambing Jantan. Dia marah dalam hati, “Dulu perjanjiannya waktu mau pinjam, dia bilang akan mengembalikan Sungu (tanduk) setelah selesai menghadiri pesta ulang tahun Putri Singa Betina Yoben “
Pesta sudah selesai,
Putri Singa Betina Yoben sudah didapatkan,
Tapi kenapa sungu belum juga dikembalikan ?
Kurang ajar ….!
Awas yach kalau sampai minggu depan belum juga dikembalikan, akan saya laporkan kepada pihak yang berwajib dengan tuduhan “Ingkar Janji, dan Penipuan”

Minggu berikutnya …..

Pagi-pagi sekali Ayam Jantan menjelang subuh mengambil tali poni-nya dan memutar kembali nomor 081314213174. Terdengar tut…tut dan diikuti nada sambung …”Dilema Cinta”… beberapa saat kemudian …sebelum kambing jantan mengucapkan salam, ayam jantan mendahului dengan suara lantang …

Ayam Jantan : “Ndi Sunguu…kuuuu….kuuu!!” (mana sungu ku yang kamu pinjam) atau bahasa kerennya
“ku …kuu….ru …yuuuuuk…!”

(dengan kaget dan panic, sekali lagi kambing jantan menjawab)

Kambing Jantan : “Mbesuuuk ngembeee…een (minggu depan)
atau bahasa kerennya “Mbee…eee…kkkkk!”

Kejadian tersebut, berulang-ulang kali terjadi. Dari seminggu sekali, menjadi 5 hari sekali, menjadi 4 hari sekali, menjadi 3 hari sekali, menjadi 2 hari sekali, menjadi 1 hari sekali, dan menjadi setiap saat……..

Ayam Jantan menagih, “Ndi Sunguu…kuuuu….kuuu….?!”
Kambing Jantanpun menjawab “Mbesuuuk ngembeee…een”

Sejak saat itulah pertemanan mereka putus, dan Kambing Jantan di panggil sebagai binatang GALIH (Gagah-Gagah Nyilih = Ganteng-Ganteng Peminjam)

(Inilah kisah ..MENGARANG BEBAS. Jika ada nama, tempat dan kejadian yang serupa bukan maksud menyengaja namun sekedar belajar berimprovisasi. Mohon maaf lahir batih, dan ikuti kisah-kisah Sekarepe Dewe dalam cerita yang lain.
Wassalam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar